Retro Tumblr Themes
Hilmawati's Blog

be a part of SMAN 5 BANDUNG and FAKULTAS PSIKOLOGI UNPAD. a psychologist wannabe :)




web counter
web counter









1/25 »

kembali pada satu realitas dimana masa tidak nyaman itu muncul. perasaan terkekang dan dipaksa harus menghargai. lelah, jenuh, dan butuh kebebasan.

semua orang perlu untuk dihargai, bukan hanya sekedar kata maaf yang harus keluar. tapi perubahan sikap

rasanya ingin kabur, meninggalkan semua realitas kehidupan. ingin rasanya seperti burung, terbang bebas menembus angkasa, tak takut oleh apapun.

tolong hargai aku, hargai segala sesuatu yang aku pilih, jangan remehkan aku.




Hari ini teman teman Fapsi sangat berbahagia main futsalnya. Mungkin karena lepas dari beban mata kuliah statistik. Pas dateng, para cowo lagi pada main. Dan anehnya kalo gawangnya Irham berhasil di bobol orang-orang tuh pada gembira banget.

Orang-orang tuh kayanya sampe lari-lari peluk-pelukan kalo berhasil ngebobol gawangnya Irham.

Sekali-kali pengen juga bobol gawangnya Irham, biar bisa ngerasain evoria yang sama

Sayangnya, nendang bola aja belum bener gimana mau bobol gawang nya -___-

You’re the best goalkeeper i’ve ever seen, ham 


2 notes
Tagged as: goalkeeper, Fapsi11,


Setelah belajar beberapa bulan di fakultas psikologi, saya jadi bisa lebih kenal beberapa tipe orang

Salah satunya mungkin orang yang ingin di apresiasi

Tidak perlu munafik, semua orang perlu di apresiasi. Untuk beberapa hal yang nampaknya penting dan menguntungkan untuk dirinya sendiri dan orang lain bahkan untuk hal yang tidak penting dan tidak menguntungkan orang lain, perlu ada nya apresiasi

Dengan memberikan ucapan terimakasih pada supir angkot gratis Unpad saja, nampaknya sudah cukup mengapresiasi jasa mereka mengantarkan kita sampai ke fakultas.

Namun, jangankan supir angkot. Mahasiswa, orang tua, bahkan pemain bola pun membutuhkan apresiasi

Tetapi, ada beberapa orang yang memang membutuhkan apresiasi tersebut dalam bentuk ucapan sebagai motivasi bagi dirinya untuk lebih berprestasi lagi

Namun, ada beberapa orang yang memang tidak begitu menunjukan apresiasi dengan ucapan, tapi dengan senyuman dan tingkah laku mereka menunjukan adanya apresiasi

Sebenarnya semua orang secara tidak langsung mengapresiasi orang lain

Namun mungkin caranya yang berbeda




Saya lebih senang menyanyi ketimbang bermain

Kenapa?

Mungkin alasannya karena saya bisa lebih mengekspresikan dunia saya disana

Terlepas dari suara sumbang saya

Namun saya lebih bahagia

Dan harap kamu tahu itu




Nampaknya telah ada yang berubah setelah kurang lebih 4 bulan kita kenal.

Pertemuan pertama, saya kagum sama kamu

Pertemuan kedua, saya berusaha dekat dengan kamu

Pertemuan ketiga, saya suka sama kamu

Pertemuan ke empat, saya memikirkan suatu hal tentang kamu

Pertemuan kelima, saya cinta sama kamu

Tapi..

Hanya sampai pertemuan kelima, saya berhenti disana. Berhenti ditahap saya mencintai kamu. Saya hampir tidak berani ketahap selanjutnya.

Saya takut, mungkin hanya perasaan.

Tapi rasa takut ini semakin lama semakin meningkat

Meningkat dengan perubahan sikap kamu

Sehingga pertemuan keenam, ketujuh, hingga saya tidak tahu lagi pertemuan keberapa kamu masih berubah

Sehingga sampai pada titik itu

Titik dimana perubahan sikapmu itu membuat saya mengerti semua alasan mu

Dan juga titik balik kemana sikap kamu yang dulu

Dan saat ini, saat titik balik itu kembali

Mungkin lebih tepatnya saat pertemuan selanjutnya

Saya sudah tidak lagi mencintai kamu


Tagged as: someonewhoilovebefore,


Gue kayanya sedang ada di tengah-tengah dua sudut pandang orang.

Satu sisi memandang akademis dan berbagai prospek ke depannya

Satu sisi memandang pentingnya menjalin relasi sosial yang tidak berorientasi sepenuhnya pada akademis

Dua sudut pandang itu membuat gue ada di kebingungan yang besar.

 Saat lagi ngobrol sama sudut pandang akademis gue berasa hidup gue di universitas itu memang untuk menggapai itu semua. Dan gue nampaknya seperti “dipaksa” untuk membuat planning hidup gue selama empat tahun di universitas.

Tapi, saat lagi ngobrol sama sudut pandang sosial gue seperti di ajak berpikir realitas saat ini. Realitas yang memang sedang gue jalankan sekarang. Mungkin melihat sesuatu lebih “selow” layaknya air yang mengalir. Selama kita hidup di universitas manfaatkan waktu untuk berteman sebanyak-banyaknya.

Seharusnya gue ada di sudut pandang yang mana? 




Alhamdulilah hari ini UAS pertama di Universitas berakhir juga. Dan ditutup dengan satu mata kuliah yang memang sangat sangat sangat SANGAT gue benci sekali. Entah kenapa dari dulu gue benci sekali sama angka. Ya mungkin rada berbeda sama phytagoras yang bilang kalo manusia dan seluruh alam semesta itu berasal dari angka *well stop the filsafat*

Hari ini diakhiri dengan rada sedih dan galau karena gue sangat ngarang sekali untuk soal PG dan gue salah satu soal *nampaknya* di essay. Tapi yaudah lah, sekarang tinggal pasrah sama Allah.

Pulang kuliah, gue sok-sok an main futsal gitu. Dan ternyata, main futsal itu ga segampang yang dibayangkan sebelumnya. Lari kesana kemari ngejar si kulit bundar, dan melawan wanita wanita tangguh yang terbiasa dengan lapangan dan keringat dan si kulit bundar. Tapi overall menyenangkan sekali bermain futsal itu. Mungkin buat gue adalah sebagai ajang olahraga dan pengurusan badan. Tapi sayangnya konsekuensi yang harus didapat adalah pembesaran betis. Dan itu hal-hal yang harus dihindari !

Ya semoga aja bermain futsal wanita itu ga hanya sekali doang, karena menurut gue cukup menyenangkan juga ko. Asik dan menarik menurut gue. Nampaknya ini bakal jadi olahraga kedemenan gue setelah renang dan jogging. Terimakasih buat pihak-pihak yang telah mengadakan acara futsal ini. Semoga acara seperti ini berlanjut, wehehe. Happy Holiday peeps J


Tagged as: fapsi11,




“ngepo itu memang bagian yang paling wajib bagi wanita”

Hari ini, pertama kali dateng ke pernikahan teman sendiri. Ya temen, lebih tepatnya temen sd dulu. Padahal umurnya masih 18 tahun dan emang seumuran sama gue gitu. Dan rasanya setelah dateng ke pernikahan itu adalah seneng, kaget, bingung, dan berakhir galau. Seneng lebih karena pertama kali datang ke acara formal seperti itu, dan yang diundang adalah diri pribadi bukan dengan embel-embel orang tua. Kaget karena temen sd gue yang masih 18 tahun itu sudah memutuskan menikah diusia semuda itu. Bingung karena BAJU APA YANG MESTI GUE PAKE!! Karena selama ini kalo ke acara pernikahan gitu hanya pake baju seadanya dan ga perlu cantik-cantik amat, soalnya yang ngadain acara aja gue ga kenal. Yang terakhir galau, lebih tepatnya sih bukan galau karena “kebelet” nikah, tapi mugkin lebih galau kemasalah pasangan. Well ujung2nya kesana, dan males bahas.

Mungkin malem minggu kemarin disaat gue sedang galau-galaunya akan tugas KWN yang tak kunjung usai, temen gue yang nikah itu mungkin sedang galau dengan hari esok, yang mana hari pernikahannya. Hari dimana secara ga langsung dia di “jual” ke cowo yang berkomitmen untuk menjaga dia sampai maut memisahkan, juga hari dimana dia ditinggalin sama setan remaja yang mengepung dia sejak dia mulai baligh.

Dan finally, hari ini dia menikah dengan lelaki pujaannya. Nampaknya usia yang mungkin terpaut cukup jauh (melihat keadaan fisiknya) ga ngebuat temen gue itu jadi patah arang untuk menikah. Dan kata nyokap, mau segimanapun keadaan pasangan kita nanti, kalo misalnya udah ditakdirkan jodoh mau kata apa.

Dan malam ini, disaat gue sibuk menulis tentang pernikahannya hari ini dan berpikir tentang tugas gue dan ujian dan lain hal nya. Mungkin detik ini dia sedang deg-degan untuk melepas sesuatu yang udah dia jaga selama 18 tahun kehidupannya. Dan akhirnya malam ini juga dia dengan sukarela dan dengan rasa cinta yang tinggi melepaskan apa yang dia punya dan mendapatkan yang seharusnya dia dapatkan. Well, ini bukan bahasan gue lagi kayanya.

Tapi, Happy Wedding Nana dan Teddy semoga jadi pasangan yang sakinah mawadah warrahmah, aamiin :) 




dulu selalu ada waktu untuk kita
kini ku sendiri
dulu kata cinta tak habis tercipta
kini tiada lagi (lagi)

sedang apa dan dimana dirimu yang dulu ku cinta
ku tak tahu tak lagi tahu seperti waktu dulu
apakah mungkin bila kini ku ingin kembali
menjalani janji hati kita

sedang apa dan dimana wooo

sedang apa dan dimana dirimu yang dulu ku cinta
ku tak tahu tak lagi tahu seperti waktu dulu
apakah mungkin bila kini ku ingin kembali
menjalani menjalani menjalani janji hati kita

sedang apa dan dimana..

itu pertanyaan yang sekarang saya tujukan sama kamu. Well, lebih tepatnya buat jiwa kamu. 

Sedang apa dan dimana jiwa yang dulu selalu memberi senyuman manis, 

Sedang apa dan dimana jiwa yang dulu selalu tertawa lepas,

Sedang apa dan dimana jiwa yang dulu selalu melindungi,

Sedang apa dan dimana jiwa yang dulu tak pernah menyakiti,

Nampaknya sekarang jiwa itu sudah tak ada, entah pergi atau hilang. Yang sekarang tergantikan oleh jiwa yang tak pernah memberikan senyuman manis, jiwa yang tertawa lepas untuk gadis lain, jiwa yang tak lagi melindungi, bahkan sekarang jiwa itu cenderung untuk menyakiti.

Tanpa sadar, saya menikmati semua alur yang terjadi. Dan tanpa sadar pula menikmati semua alur sakit hati serta alur air mata yang mengikutinya. 

Tapi saya yakin, jiwa itu akan muncul kembali suatu saat nanti. Dan akan menjadi pengganti bagi jiwa yang sebelumnya. Hanya semua itu perlu proses,

Ya proses. 

dan waktu


Tagged as: HH,